Jadilah Ibarat Teko: Dirimu Bermanfaat Untuk Orang Lain
![]() |
| Gambar medium.com |
Jika dilihat-lihat, fungsi dari teko ini dapat menjadi cermin dalam kehidupan. Tubuh utama teko dapat diibaratkan hati dan otak manusia sebagai tempat menyimpan ilmu, iman, dan kebaikan, pegangan sebagai prinsip, cerat menggambarkan tindakan yang dilakukan untuk menyampaikan manfaat bagi orang lain, dan tutup sebagai self control untuk menjaga hati agar tidak dimasuki hal-hal yang dapat merusak niat.
Teko yang sehat akan terus menuangkan air pada gelas-gelas yang membutuhkan, tidak membiarkannya terlalu lama didalamnya hingga basi. Begitu juga manusia, sebaik-baik manusia adalah yang mau berbagi ilmu, kebaikan, dan rezeki kepada manusia yang lainnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.” (HR. Ahmad)
Teko juga mengajarkan akan pentingnya mengisi diri. Jika setelah habis teko tidak diisi lagi dengan air yang baru, maka teko akan kosong dan tidak dapat menuangkan kembali. Begitu pun manusia, tidak bisa memberi manfaat kepada orang lain apabila tidak mengisi hati dan otaknya dengan ilmu dan kebaikan. Karena itu, belajar dan ibadah adalah proses “mengisi teko” sebelum dituang ke orang lain. []





0 Response to "Jadilah Ibarat Teko: Dirimu Bermanfaat Untuk Orang Lain"
Posting Komentar